Memang
dunia akan terasa sunyi nyenyat, muram tanpa adanya ketawa. Karena tertawa
membuat manusia terlihat lebih muda. Begitu orang dahulu bilang. Tapi jaman
sekarang ini telah jauh beda dengan jaman dahulu. Walaupun kita sekarang telah
lebih maju dan modern semua itu malah menciptalan masalah-masalah baru yang
semakin kompleks. Sehingga, menghambat terciptanya tertawa. Tapi, a[akah
sebegitu parahnya, sampai-sampai para intelek terhormat harus turun tangan
untuk membuat rakyat Indonesia tertawa diatas masalah yang ada. Bak sebuah
kewajiban bagi mereka.
Memang tak
ada salahnya seorang pejabat negara menjadi pelawak. Orang pelawak saja boleh
menjadi pejabat negara.-)....he.. Tapi akhirnya kedua bidang yang jauh berbeda
itu yaitu lawak dan politik bersatu, melebur menjadi satu menjadi. " Dagelan Politik ".
Hasilnya para
dewan yang bermain di dagelan politik ini lebih lucu, menghibur, dan membuat
orang ikut gregetan daripada pelawak-pelawak saat ini. -)...Bisa-bisa suatu
saat nanti mereka saling tukar job.
Bahkan acara
nonoton bareng yang biasa diadakan orang-orang yang dahulunya untuk menikmati
tontonan olahraga, kini kembali ramai namun penyebabnya ya adanya
sidang-sidang, perdebatan politik yang tak kunjung tuntas.
Ternyata lawakan
para elit politik lebih menarik minat masyarakat. Tidak apalah, hitung-hitung
mereka menunaikan kewajiban. Kewajiban yang pada awalnya seharusnya mereka
menjadi wakil para rakyat, tapi sekarang malah menjadi penghibur rakyat.








0 komentar:
Posting Komentar